Translate

Senin, 01 Februari 2016

Polyphonic FX - Bagian I (Distortion)


Berbeda dengan pickup gitar standard, pickup hexaphonic GK-3 menangkap dan mengirim masing-masing getaran senar gitar secara terpisah ke Boss GP-10. Ke-enam sinyal gitar ini akan diproses secara terpisah oleh Boss GP-10 sebelum dicampur menjadi satu pada keluaran GP-10. Pemrosesan sinyal gitar yang terpisah ini disebut polyphonic effect processing atau disingkat menjadi Poly FX.
Using Divided or hexaphonic pickup, each guitar string can be processed individually.


Dalam Boss GP-10 terdapat lima jenis Poly FX, yakni:
  1. Distortion
  2. Crystal
  3. Rich Modulation
  4. Slow Pad
  5. Touch Wah
Polyphonic Distortion
Seperti kita ketahui, bila kita men-strum gitar atau membunyikan beberapa nada sekaligus lewat efek distorsi, maka suara yang keluar akan menjadi kabur atau buram akibat atonal harmonic yang timbul dari cacat intermodulasi (intermodulation distortion).

Atonal harmonic ini bukan merupakan kelipatan dari frekuensi nada yang dimainkan, melainkan merupakan fungsi penjumlahan atau pengurangan frekuensi dari nada yang dimainkan tersebut. Frekuensi atau nada atonal inilah yang membuat suara gitar bukan saja menjadi kasar namun juga tidak jelas, namun bila berlebihan dan mendominasi nada yang kita mainkan akan membuat suara gitar kita jadi tidak jelas dan cenderung tidak teratur.

Atonal harmonic yang berlebihan diakibatkan oleh:
  • pengaturan gain distorsi atau drive yang tinggi
  • nada yang dimainkan secara bersamaan lebih dari dua atau men-strumming keenam senar gitar sekaligus
Dengan mendistorsi masing-masing senar gitar secara terpisah, maka cacat intermodulasi yang timbul akibat bermain dua atau lebih (nada) senar sekaligus dapat dihindari. Hasilnya nada yang dimainkan tetap jelas walaupun dengan permainan akor yang rumit dan gain distorsi yang sangat tinggi.

Parameter yang dapat diatur pada efek Poly Distortion ini adalah:
  • GtrVol, untuk mengatur sinyal masukan gitar
  • Gain, untuk mengatur tingkat distorsi
  • GainBal, untuk mengatur keseimbangan distorsi antara senar rendah dan senar tinggi. Nilai yang tinggi membuat senar rendah (menuju senar 6) lebih terdistorsi dan sebaliknya setting nilai yang rendah membuat senar tinggi (menuju senar 1) lebih terdistorsi.
  • Color, mengatur efek stereo di mana setting dengan nilai tinggi membuat senar gitar terpencar memenuhi ruang stereo dan sebaliknya bila setting ke nol membuat sinyal gitar menjadi mono.
  • Tone, mengatur kecerahan nada yang dimainkan
  • Level, mengatur volume keluaran dari efek ini.
Selain itu, semua patch yang menggunakan masukan GK-3 atau modeling yang menggunakan pickup hexaphonic memiliki pengaturan String Level (dapat mengatur volume masing-masing senar secara terpisah) dan String Pan (atau dalam istilah Roland: hexa-pan, untuk mengatur balance kiri-kanan masing-masing suara senar tersebut bila dimainkan pada tata suara stereo). Pengaturannya dapat dilakukan dengan menggunakan Boss Tone Studio seperti pada gambar berikut.
Jadi setelah Anda menemukan setting suara PolyDistortion yang tepat, Anda dapat juga menebarkan suara senar gitar, misal mulai dari senar ke-enam sampai senar pertama dari kiri ke kanan pada bidang stereo, memberi kesan permainan gitar dalam ruang stereo yang luas.

Sekian dulu pembahasan kita tentang Poly FX Distortion kali ini, bulan depan kita akan melanjutkan membahas Poly FX Crystal, Rich Modulation, Slow Pad, dan Touch Wah.

Jangan lupa meninggalkan komentar di bawah, dan.... stay tune.

2 komentar:

  1. Kalo boleh minta kontak donk, pengen share masalah guitar synt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan mengirim e-mail ke yohanes_k@yahoo.com

      Hapus